Home » 5 Tips Trading Saham Gorengan Biar Tidak Gosong

5 Tips Trading Saham Gorengan Biar Tidak Gosong

trading saham gorengan

Trading saham gorengan belakangan populer di kalangan trader saham pasar modal. Saham-saham dengan nilai pasar yang relatif kecil ini biasanya menawarkan keuntungan trading yang besar dalam jangka waktu yang singkat.

Secara pribadi, saya sendiri sudah tidak tertarik bertransaksi di saham gorengan. Dulu saya sering mencoba, dan memang bisa memberi keuntungan yang cepat. Namun saat ini, saya sudah lebih nyaman berinvestasi di saham-saham yang lebih stabil.

Anda tertarik untuk trading saham gorengan? Simak ulasan berikut ini.

Baca juga: 5 Influencer Saham Paling Inspiratif di Indonesia

Apa Itu Saham Gorengan?

Dalam dunia trading saham, kadang ada sekelompok orang yang melakukan pembelian besar-besaran pada satu emiten saham sampai saham tersebut harganya naik dalam waktu singkat.

Para trader ritel, menyebut fenomena ini dengan istilah ‘menggoreng saham’. Nah, saham-saham yang sering digoreng-goreng begini lalu diberi istilah saham gorengan.

Tidak ada defenisi yang valid tentang saham gorengan ini. Saya menyimpulkan bahwa saham gorengan adalah saham yang harganya bisa naik dan turun dengan tidak menentu tanpa didasari fundamental perusahaan yang bagus.

Pergerakan saham-saham gorengan biasanya banyak ditentukan oleh aksi jual beli sekelompok orang yang disebut bandar.

Siapa Itu Bandar?

Bandar adalah orang atau institusi yang memiliki dana yang cukup untuk membeli atau menjual suatu saham dalam jumlah banyak sehingga mempengaruhi harga saham tersebut.

Bandar tidak harus berupa institusi, lembaga, ataupun broker. Investor ritel seperti kita pun bisa menjadi bandar. Syaratnya ya itu tadi, memiliki dana yang cukup untuk menggoreng suatu saham.

Cara Bandar Menggoreng Saham

Well, bagaimana cara menggoreng suatu saham? Secara sederhana gampang saja. Anda cari suatu saham gorengan yang memiliki nilai pasar kecil dan harga sahamnya murah. Biasanya saham-saham begini, jumlah bid-offer nya kecil.

Nah, jika Anda beli saham tersebut dalam jumlah masif alias banyak sampai mengalahkan jumlah penawaran, maka harga saham akan bergerak. Jika setelah naik Anda beli lagi, maka akan terus naik lagi. Begitu saja.

Untuk bandar, aksi menggoreng saham begini dilakukan dengan lebih rapi dan terencana.

Biasanya akan disertai dengan membuat berita-berita tentang saham tersebut di media-media massa. Tujuannya apa? Agar investor ritel tertarik untuk bertransaksi di saham tersebut, lalu bandar bisa meraup untung.

Apakah aksi bandar sah dan legal? Ya sah-sah saja. Bandar tidak melanggar peraturan apa-apa. Toh, mereka juga membeli dan menjual saham melalui mekanisme pasar modal yang sama dengan kita.

Bagi investor perorangan yang ingin trading saham gorengan, sangat penting hukumnya mengetahui pergerakan bandar dan mengetahui saham-saham gorengan yang biasa digoreng oleh bandar.

Tujuannya apa? Biar kita selamat, tidak sampai gosong bertransaksi di saham-saham gorengan. Hehe

5 Ciri Saham Gorengan

Berbeda dengan beberapa indeks harga saham yang terpajang di website BEI, indeks harga saham gorengan tidak ada daftarnya. Hehe. Trader harus pandai-pandai mencari tahu sendiri.

Saham gorengan sebenarnya mudah dikenali. Berikut ini ada beberapa ciri saham gorengan yang bisa Anda amati.

1. Volume Harian Tidak Wajar

Ciri utama saham gorengan adalah volume transaksi harian yang tidak wajar. Kadang suatu hari volume transaksi sangat besar lalu besoknya sangat kecil.

Biasanya volume transaksi ini besar dan kecilnya tidak menentu dan tidak disebabkan oleh isu apa-apa. Jika Anda menemukan saham yang volume transaksinya seperti ini, maka Anda bisa mulai was-was.

2. Nilai Pasar Kecil

Untuk bisa menggoreng suatu saham, bandar harus memiliki dana yang banyak. Untuk menggerakkan saham-saham dengan nilai pasar yang besar, diperlukan dana yang jauh lebih besar lagi.

Akhirnya, saham-saham dengan nilai pasar kecil lah yang biasanya menjadi target empuk para bandar.

Dengan dana ratusan juta atau milyaran saja, para bandar dapat mengangkat saham-saham kecil ke harga tinggi lalu dihempaskan lagi ke para trader

3. Harga Saham Murah

Terkait dengan poin sebelumnya, bandar biasanya mengincar saham-saham dengan harga murah. Tujuannya sama. Saham-saham harga murah lebih mudah digerakkan naik turun.

Saham gorengan biasanya memiliki harga dibawah 500 rupiah, tapi ada juga yang lebih. Dengan harga murah, saham bisa leluasa mengangkat dan menghempaskan harga saham murah tersebut.

4. Pergerakan Harga Tidak Beraturan

Karena naik turunnya lebih sering digerakkan oleh bandar, saham-saham gorengan biasanya pergerakan harganya tidak beraturan.

Bisa saja hari ini naik tinggi, tiba-tiba besoknya anjlok. Bisa juga hari ini naik,lalu beberapa hari berikutnya naik terus, lalu turun lagi.

Pergerakan saham-saham gorengan umumnya tidak dipengaruhi oleh fundamental perusahaan ataupun isu-isu global.

5. Kinerja Emiten Tidak Meyakinkan

Saham-saham gorengan pada umumnya tidak memiliki fundamental perusahaan yang bagus. Naik turun harga sahamnya lebih sering disebabkan oleh aksi bandar.

Karena fundamental perusahaan memang tidak bagus, maka kinerjanya pun sering jeblok. Pendapatan usaha tidak menentu, banyak utang, atau pun selalu rugi. Hal ini nampak dalam setiap pemaparan laporan keuangan.

6. Biasanya Bersaing di Top Gainers dan Top Losess

Saya biasa mengamati saham gorengan pada menu screener aplikasi sekuritas, yaitu pada bagian top gainers dan top losers.

Saham gorengan biasanya berjejer di barisan top gainers dan top losers. Saham seperti ini bisa naik secara cepat dan turun dalam waktu yang tak kalah cepat. Hehe

Baca juga: Value Investing, Strategi Investasi Saham Paling Santai dan Cuan

5 Tips Trading Saham Gorengan

Meski mendapat stigma negatif dari investor, saham gorengan malah menarik bagi beberapa orang terutama para trader. Mengapa?

Sebab karena sifatnya yang sangat volatile, saham gorengan berpotensi mendapatkan keuntungan dengan cepat.

Namun ya itu, mesti hati-hati sebab high return high risk. Return yang tinggi biasanya juga mengandung resiko yang besar.

Anda tertarik untuk trading saham gorengan? Ikuti tips-tips berikut ini agar Anda tidak gosong tersangkut di saham gorengan.

1. Buat Trading Plan

Tips pertama trading saham gorengan agar tidak gosong adalah membuat trading plan yang matang. Apa itu trading plan?

Trading plan adalah perencanaan sebelum trading. Mulai dari saham apa yang akan ditradingkan, beli berapa lot, titik beli di harga berapa, target jual di harga berapa, dan titik stop loss dimana.

Ini sangat penting disusun sebelum masuk di suatu saham. Dengan trading plan yang matang, langkah Anda di market akan lebih teratur. Jika saham Anda naik Anda tahu harus apa, dan jika turun pun Anda sudah siap.

Untuk membuat trading plan yang baik, Anda harus malakukan analisa dengan matang. Mulai dari sentimen global, isu politik yang berpengaruh, chart teknikal, bandarmology, dll.

2. Trading 1-3 Saham Saja

Agar lebih fokus memantau pergerakan saham, sebaiknya Anda jangan trading terlalu banyak saham sekaligus.

Mungkin 1-3 emiten saham sudah cukup. Dengan demikian Anda akan sangat fokus dan gesit mengeksekusi setiap langkah trading.

3. Jangan Ragu Cut Los

Jika Anda sudah menetapkan titik stop loss, jangan ragu untuk melakukan cut loss saat pergerakan saham Anda tidak sesuai dengan trading plan.

Cut loss sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Jangan sedih kehilangan uang akibat cut loss, sebab di trading saham selalu ada peluang-peluang baru di emiten yang lain.

4. Jangan Serakah

Kebalikan dari cut loss, maka saat Anda sedang floating profit, jangan serakah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Saat saham Anda telah mencapai titik jual yang Anda tetapkan, segera lakukan penjualan. Pasar saham sangat dinamis. Bisa saja saham Anda akan turun harga kembali di detik berikutnya.

5. Rajin Memantau Market

Tips trading saham gorengan yang tak kalah penting adalah harus rajin memantau market melalui aplikasi sekuritas Anda.

Saham gorengan memang biasanya memberikan keuntungan besar dengan memanfaatkan pergerakan harganya yang liar. Namun, biasanya saat market sedang turun, maka saham gorengan yang biasanya paling cepat anjlok.

Nah, saat trading di saham gorengan, Anda harus siaga mengamati pergerakan saham. Saat untung, lakukan penjualan. Saat rugi segera cut loss.

Penutup

Trading saham gorengan memang menawarkan keuntungan yang besar dan cepat. Namun saham gorengan amat lekat pada sesuai prinsip high return, high risk. Potensi keuntungan yang besar biasanya juga diikuti dengan resiko yang tak kalah besar.

Bagi Anda yang berani mengambil resiko, dan punya banyak waktu untuk memantau market setiap hari, maka silahkan saja.

Kenali ciri-cirinya, dan terapkan beberapa tips trading saham gorengan diatas. Agar Anda selamat dan tidak gosong tersangkut di saham gorengan.

Diskusi