Home ยป Pengalaman Investasi di Bibit

Pengalaman Investasi di Bibit

pengalaman investasi di bibit

Pengalaman investasi di Bibit saya mulai pada bulan Mei 2021. Ketika itu pasar saham sedang anjlok kedua kalinya akibat pandemi Covid-19 gelombang kedua.

Sebelum menjadi pengguna Bibit, investasi saya di pasar modal semuanya berada di pasar saham. Sehingga ketika indeks harga saham turun, portofolio saya di saham juga ikut turun.

Saat itu saya mulai menjelajahi peluang investasi yang lebih stabil tapi dengan potensi keuntungan yang tidak kalah jauh dari pasar saham. Dan tentunya, investasi reksadana adalah salah satunya.

Bagi yang belum tahu, reksadana adalah investasi yang dikelola oleh manajer investasi atau fund manager.

Investor menyerahkan dana kepada manajer investasi lalu manajer investasi mengalokasikan dana kolektif dari investor tadi ke produk keuangan seperti deposito, obligasi, sukuk, ataupun saham.

Anyway, sebelumnya saya telah menulis tentang investasi reksadana secara lengkap, mulai dari jenis-jenis reksadana, pembagian profil resiko investor, macam-macam aplikasi reksadana online, sampai cara membaca indikator performa manajer investasi.

Biar berurutan, Anda sebaiknya membaca ulasan saya tersebut disini.

Nah, Bibit adalah salah satu aplikasi investasi reksadana yang tersedia di Indonesia saat ini. Sebagai seorang investor yang selalu haus akan cara-cara berinvestasi yang menguntungkan, tentu saja saya langsung mencoba aplikasi Bibit.

Anda juga bisa menggunakan kode referral saya untuk mendapatkan cuan langsung berupa cashback saat pertama kali registrasi di Bibit.

kode referral bibit

Baca juga: 5 Influencer Saham Paling Inspiratif di Indonesia

1. Cara Daftar Aplikasi Bibit

Mendaftar aplikasi Bibit caranya sangat mudah dan bisa Anda lakukan secara online seperti halnya saat mendaftar aplikasi lain di handphone.

Namun berhubung aplikasi Bibit ini nantinya akan menjadi tempat bertumbuhnya aset, maka Anda perlu melampirkan data-data lengkap sebagai syarat saat pendaftaran.

Well, sebelum mulai mendaftar, persiapkan terlebih dahulu dokumen-dokumen berikut:

  1. KTP
  2. Foto selfie dengan KTP
  3. Data rekening bank yang aktif

Setelah dokumen diatas lengkap, Anda bisa daftar aplikasi Bibit dengan mengikuti step by step berikut ini:

  1. Download aplikasi Bibit di handphone atau web Anda, lalu pilih menu Register
  2. Masukkan nomor handphone di kolom yang tersedia
  3. Jawab kuesioner singkat dari Bibit untuk verifikasi profil resiko Anda
  4. Isi data diri Anda di menu Registrasi
  5. Upload foto KTP dan foto selfie dengan KTP
  6. Isi data rekening bank Anda
  7. Cantumkan tanda tangan digital Anda
  8. Buat PIN dan konfirmasi PIN Anda
  9. Masukkan kode referral agar Anda mendapatkan bonus gratis dari Bibit. Anda bisa menggunakan kode referral saya: fachrulhyd. Anda akan mendapatkan cashback langsung Rp. 25.000,- jika menggunakan kode referral saya tersebut.
  10. Verifikasi email Anda
  11. Selesaikan pendaftaran.
  12. Selanjutnya data Anda akan diverifikasi oleh tim Bibit. Anda akan mendapatkan pemberitahuan via email dalam 1×24 jam.

Setelah data Anda sukses melewati verifikasi, maka Anda sudah bisa login di aplikasi dan mulai berinvestasi dengan membeli produk reksadana di Bibit.

2. Cara Memilih Reksadana di Bibit

Nah, setelah sukses membuka akun di Bibit dan sudah login ke aplikasi pertama kali, para investor biasanya akan bingung pada bagian ini. Mau beli reksadana apa? Reksadana apa yang bagus?

Ada banyak sekali pilihan reksadana di Bibit. Jadi wajar saja Anda jadi bingung memilihnya.

Berikut ini adalah beberapa tips memilih reksadana di Bibit.

  1. Tetapkan target investasi Anda secara jelas dan detail
  2. Pilih jenis reksadana yang sesuai dengan target investasi Anda
  3. Cari tahu profil dan track record manajer investasi yang akan Anda pilih. Bagaimana cara mengetahui performa suatu menajer investasi dalam mengelola reksadana? Simak ulasan saya disini.
  4. Pelajari kinerja historis produk reksadana yang akan Anda beli.

Untuk investor pemula yang masih bingung memilih reksadana, bisa menggunakan fitur Robo Advisor dari Bibit.

3. Fitur Robo Advisor Bibit

Apa itu fitur Robo Advisor? Robo Advisor adalah adalah fitur yang memungkinkan aplikasi untuk merekomendasikan beberapa produk reksadana yang sesuai dengan profil resiko investor.

Robo Advisor di Bibit adalah fitur unggulan yang sangat banyak membantu para investor pemula. Saya sendiri menggunakan Robo Advisor untuk investasi dana pensiun saya di Bibit.

Selain merekomendasikan reksadana, Robo Advisor juga dapat melakukan penyesuaian portofolio Anda nantinya jika diperjalanan investasi ada perubahan target. Di Bibit, menu ini disebut Auto Rebalacing Portofolio.

Jika Anda ingin melakukan penjualan sebagian dari investasi reksadana Anda, Robo Advisor di Bibit akan menentukan berapa jumlah tiap-tiap reksadana yang terjual agar target investasi Anda tetap terjaga.

Nah, bagi investor pemula yang belum percaya diri memilih reksadana sendiri, fitur Robo Advisor ini bisa dimanfaatkan.

Baca juga: Value Investing, Strategi Investasi Saham Paling Santai dan Cuan

4. Menyusun Portofolio Bibit

Menyusun portofolio investasi reksadana di Bibit tentunya berbeda caranya, tergantung pada target, jangka waktu investasi, dan profil resiko masing-masing investor.

Nah, sebagai contoh bagi Anda, berikut ini saya bocorkan portofolio investasi saya saat ini di Bibit.

pengalaman investasi di bibit
Portofolio reksadana saya di Bibit

1. Dana Darurat

Investasi dana darurat saya targetkan untuk periode waktu jangka pendek dan resiko menengah. Mengapa jangka pendek? Karena ya namanya saja dana darurat, bisa saja diperlukan sewaktu-waktu.

Mungkin bulan depan, tiga bulan depan, satu tahun depan, saya tidak tahu. Tapi saya berharap dana tersebut tidak pernah terpakai.

Untuk investasi dana darurat tersebut saya memilih sebuah reksadana pendapatan tetap yang dialokasikan di obligasi. Keuntungan rata-rata tahunan reksadana tersebut adalah 9,04% dengan expense ratio hanya 0,58%.

2. Dana Pensiun

Investasi dana pensiun saya targetkan untuk periode jangka panjang dan resiko menengah. Mengapa jangka panjang? Karena saat ini saya masih produktif bekerja. Rencana masa pensiun saya adalah 15 tahun lagi dengan jumlah dana pensiun adalah Rp.230.000.000,-

Untuk investasi tersebut saya menggunakan fitur Robo Advisor untuk memilih sesuai dengan profil resiko saya.

Saat ini, investasi dana pensiun saya di Bibit mendapatkan keuntungan sementara alias floating profit sebesar 2,87%.

3. Dana Kuliah Anak

Saya juga menaruh investasi di Bibit untuk dana kuliah anak pertama saya. Anak pertama saya baru berumur 2 tahun, jadi dana tersebut mungkin akan dibutuhkan sekitar 14 tahun lagi dengan target nilai Rp.170.000.000,-

Karena jangka waktunya masih lama dan saya membutuhkan keuntungan investasi yang lebih besar, maka investasi dana kuliah anak pertama saya tersebut saya masukkan di reksadana saham.

Saat ini investasi dana kuliah anak pertama saya di Bibit mendapatkan keuntungan sementara alias floating profit sebesar 6,79%.

Saat menulis artikel ini, anak kedua saya telah lahir. Artinya, tidak lama lagi saya akan menambah portofolio investasi untuk tabungan kuliah anak kedua ataupun target lain di masa depan.

Itulah portofolio saya dari pengalaman investasi di Bibit. Secara total, performa portofolio saya sampai saat ini sedang floating profit sebesar 3,61%.

Anda jangan mengikuti portofolio tersebut tanpa perencanaan sendiri ya. Sekali lagi, target, jangka waktu, dan profil resiko tiap investor berbeda-beda.

4. Manfaat Investasi Bibit

Selama berinvestasi di Bibit, saya merasakan beberapa manfaat, tidak hanya keuntungan hasil investasi tapi juga dampak terhadap sikap saya dalam mengelola keuangan.

Berikut ini adalah beberapa manfaat berinvestasi di Bibit untuk saya.

  1. Dana investasi saya bertambah dari imbal hasil / return reksadana.
  2. Saya melakukan difersifikasi investasi. Jika investasi saya di pasar saham sedang turun, maka saya masih memiliki investasi reksadana yang lebih stabil.
  3. Aset saya terjaga dari inflasi.
  4. Saya menjadi lebih hemat. Mengapa? Sebab saya ‘memaksa’ diri saya untuk menambah nilai investasi di Bibit secara rutin setiap bulan. Dengan demikian, tentunya saya harus berhemat dan menekan pengeluaran yang tidak penting.
  5. Saya mendapatkan literasi finansial dari Bibit.

5. Tips Investasi Bibit

Berdasarkan pengalaman investasi di Bibit yang saya lalui dalam selama ini, saya mempunyai beberapa tips untuk Anda.

Tips ini bertujuan agar investasi Anda di Bibit bisa menguntungkan dan terus bertumbuh. Ini dia tipsnya.

  1. Tetapkan target dan jangka waktu investasi dengan jelas dan detail.
  2. Pilih produk reksadana dan manajer investasi yang memiliki kinerja moncer.
  3. Tingkatkan penghasilan Anda dan tambah nilai investasi secara konsisten.
  4. Jangan sering melakukan penarikan dana.
  5. Dapatkan income tambahan dari referral Bibit.

6. Penutup

Demikianlah ulasan tentang pengalaman investasi di Bibit yang sedang saya jalani. Sampai hari ini saya merasa berinvestasi reksadana di Bibit sangat bermanfaat untuk menjaga nilai aset dan mendapatkan keuntungan.

Diantara beberapa pilihan aplikasi reksadana lain, Bibit telah membuktikan diri sebagai platform investasi reksadana terbaik di Indonesia dengan memperoleh penghargaan The Best Fintech Company 2021 di ajang CNBC Awards.

Anda tertarik berinvestasi reksadana di Bibit? Cuss, download segera. Jangan lupa ya, masukkan kode referral saya: fachrulhyd saat melakukan registrasi untuk mendapatkan cashback cuma-cuma sebesar Rp.25.000,-

Anyway, jika Anda juga punya pengalaman investasi di Bibit, sampaikan di kolom komentar ya. Kita diskusikan bersama-sama. Merci!

1 tanggapan pada “Pengalaman Investasi di Bibit”

  1. Tulisan yg sangat lengkap pak. Saya juga telah mencoba pakai Bibit. Sayangnya msh ada beberapa reksadana yang tidak bisa dibeli di Bibit. Misalnya produk syailendra yg bapak sebutkan. Terima kasih.

Diskusi